Revolusi Industri pada pertengahan abad XVIII yang
ditandai dengan penemuan mesin-mesin industri membawa dampak perubahan terhadap
perkembangan akuntansi. Pertama, adanya perubahan cara produksi dari industri
rumah tangga menuju ke sistem pabrik, sedangkan yang kedua adalah bertambah
panjangnya periode produksi. Sistem pabrik menuntut modal yang besar, sedangkan
pada tahap ini badan usaha persekutuan tidak lagi dapat memenuhi kebutuhan
modal. Lalu terbentuklah badan usaha yang lain yaitu perseroan terbatas. Bentuk
ini dianggap paling memuaskan karena dana tidak memiliki batas waktu atau jatuh
tempo dan relatif lebih mudah untuk ditambah, disamping memiliki tanggung jawab
yang terbatas.
Dengan
berkembangnya badan usaha berbentuk PT, maka semakin banyaklah masyarakat dan
institusi yang menjadi pemodal. Fungsi pendanaan lalu terpisah dari fungsi
manajemen. Inilah yang kemudian dikenal orang sebagai revolusi manajemen. Dalam
situasi ini, para pemegang saham tidak lagi mampu mencukupi sendiri informasi
yang mereka butuhkan dan mereka tidak lagi terlibat dalam kegiatan manajemen.
Hal ini menimbulkan kebutuhan untuk membuat laporan keuangan sebagai sarana
pertanggungjawaban dari manajer kepada para pemegang saham.
Perusahaan
dalam melaksanakan kegiatan operasinya secara langsung atau tidak langsung
berinteraksi dengan lingkungan sosialnya. Dikatakan oleh Usmansyah (1989 : 6)
bahwa sumber-sumber ekonomi yang digunakan oleh perusahaan semuanya berasal
dari masyarakat dan lingkungannya. Oleh karena itu perusahaan harus memberikan
pertanggungjawaban atas semua sumber daya yang telah digunakan serta
hasil-hasil yang telah dicapainya.
Pada
abad XX yang ditandai dengan teknologi yang massive sehingga mempengaruhi
pertumbuhan ekonomi dan perluasan usaha untuk meningkatkan produktivitas. Di
bawah sistem kapitalis, perusahaan-perusahaan besar mengeksploitasi sumber daya
alam dan manusia untuk menghasilkan keluaran maksimum dengan satu tujuan yaitu
maksimalisasai laba atau maksimalisasi kesejahteraan para pemegang saham.
Masyarakat melihat perusahaan yang berlaba besar berperan aktif dalam proses
perusakan lingkungan dan kemerosotan nilai-nilai kemanusiaan. Krisis lingkungan
hidup yang dikeluhkan oleh masyarakat dewasa ini pada hakekatnya adalah
pengejahwantahan krisis wawasan manusia. Masyarakat yang semakin kritis
menuntut agar perusahaan mempertanggungjawabkan semua yang telah mereka terima
dari lingkungan sosialnya dalam suatu laporan pertanggungjawaban sosial, lebih
dari sekedar suatu kewajiban moral yang
selama ini berlaku di masyarakat.