Monday, 6 April 2020

Analisa Perancangan Sistem Informasi

Analisa Perancangan Sistem Informasi

Menurut Amsyah ( 2005, 27 ) “ Sistem adalah elemen-elemen yang saling berhubungan membentuk satu kesatuan atau organisasi.” Dari pendapat tersebut dapat diartikan bahwa sistem merupakan sekumpulan elemen-elemen yang saling berelasi dan berinteraksi, serta hubungan antara objek atau komponen bisa dilihat sebagai satu kesatuan yang dirancang untuk mencapai suatu tujuan. Dalam hal ini sistem dapat di interprestasikan terdiri dari bagian – bagian, memiliki hubungan (berinteraksi), merupakan kesatuan yang utuh dan memiliki tujuan membentuk organisasi. Selanjutnya, Ladjamudin (2005, 3) berpendapat bahwa “Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu”.Adapun Pendapat lain dari Jogiyanto (1990, 5) mengenai sistem yaitu “Suatu kesatuan yang terdiri dari dua atau lebih komponen atau subsistem yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu”.

Tahapan Pengembangan Sistem

Dalam pengembangan sistem informasi ada yang dikenal dengan siklus hidup sistem, gunanya yakni untuk menggambarkan proses membangun sistem informasi secara terstruktur dan teratur. Beberapa kerangka kerja pengembangan sistem didasarkan pada siklus hidup pengembangan sistem atau systems development life cycle (SDLC).

Menurut Kendal dan Julie (2007) ada 7 tahapan dalam systems development life cycle (SDLC) yakni: 1. Identifikasi permasalahan, kesempatan dan tujuan
2. Penentuan persyaratan informasi pengguna
3. Analisa kebutuhan sistem
4. Perancangan sistem yang telah direkomendasi
5. Pengembangan dan dokumentasi perangkat lunak
6. Menguji sistem
7. Implementasi dan evaluasi sistem

Analisa Sistem

Menurut Yulianto (2009, 37) “Analisis sistem sebagai suatu kegiatan untuk melihat sistem sebelumnya yang telah berjalan, kemudian melihat bagian mana yang memerlukan perbaikan dan mana yang sudah baik, setelah itu mendokumentasikan kebutuhan yang akan dipenuhi dalam sistem yang baru”.

Menurut Mahyuzir (1989) “Perancangan sistem adalah proses menentukan bagaimana suatu sistem akan menyelesaikan apa yang harus diselesaikan, menyangkut konfigurasi komponen hardware dan sorfware dari sistem sehingga setelah instalasi akan benar-benar memuaskan penggunanya”.

Struktur Data

Struktur Data

Struktur Data adalah : suatu koleksi atau kelompok data yang dapat dikarakteristikan oleh organisasi serta operasi yang didefinisikan terhadapnya. Pemakaian Struktur Data yang tepat didalam proses pemrograman, akan menghasilkan Algoritma yang lebih jelas dan tepat sehingga menjadikan program secara keseluruhan lebih sederhana.
Pada garis besarnya, Data dapat dikategorikan menjadi :
A. Type Data Sederhana / Data Sederhana    
     Terdiri dari :
        1. Data Sederhana Tunggal
            Misalnya : Integer, Real/Float, Boolean dan Character
        2. Data Sederhana Majemuk
            Misalnya : String
B. Struktur Data      
     Terdiri dari :   
        1. Struktur Data Sederhana
            Misalnya Array dan Record
        2. Struktur Data Majemuk
            Terdiri dari :
              a. Linier
                  Misalnya : Stack, Queue dan Linear Linked List.
              b. Non Linier
                  Misalnya : Pohon (Tree), Pohon Biner (Binary Tree),
                                    Pohon Cari Biner (Binary Search Tree), General Tree serta Graph.

TYPE DATA SEDERHANA
(Dalam Program C++)

1.    INTEGER
    Merupakan Bilangan Bulat dan tidak mengandung pecahan. seperti :  ...-3,-2,-1,0,1,2,3,....
   
        Type data Integer
2.       FLOAT
    Type data yang merupakan bilangan pecahan.
    Jenis Data float ditulis dgn menggunakan     titik(koma) desimal.
    Misalnya : 0.32    4,35    -131.128

    Type Real dapat juga ditulis dengan Rumus :
  
                M * Re  =  X
  
    M = Pecahan, R = Radix,
    e = Exponen, X = Hasil Bilangan,
  
    Misalnya :    3.2 * 10-1   =  0.32
                         4.35 * 102  = 435

         Type data FLOAT
3.       BOOL ATAU LOGICAL
Type data yang hanya mempunyai dua bentuk keluaran yaitu nilai True dan False (Benar Salah) yang dinyatakan dengan  1 dan 0, Sehingga satuan data yang terpakai cukup satu bit saja. Operator yang digunakan adalah : And, Or dan Not.
4.     CHARACTER
    Type data yang terdiri dari aksara (simbol) yang meliputi digit numerik, character alfabetik dan spesial character. Untuk menuliskan tipe char, karakter perlu ditulis di dalam tanda petik tunggal ( ‘ )
    Contoh :
    ‘A’   -> karakter berupa huruf A
    ‘1’   -> karakter berupa angka 1
    ‘*’   -> karakter simbol *

5.    STRING
    Merupakan type data majemuk yang terbentuk dari kumpulan character sebanyak 256 (default) dengan jangkauan niai 0 - 255. Kumpulan character yang digunakan untuk membentuk String dinamakan alfabet.      Pemberian nilai String diapit dengan tanda petik ganda (“)

    Bentuk umum penulisan tipe data ini adalah :
    tipe_data pengenal [panjang] ;   
    pengenal = nama variabel
    panjang   = bilangan bulat yg menunjukan jumlah karakter
   
    Contoh :     char nama[15] ;
Fungsi pada Operasi  STRING
1. Strcpy()
        untuk menyalin nilai string.
2. Strcat()
        untuk menggabungkan nilai string.
3. Strcmp()
        untuk membandingkan 2 nilai string.
4. Strlen()
        untuk mengetahui panjang nilai string.
5. Strchr ()
        untuk mencari nilai karakter dalam string.

Jenis-jenis Operator Dalam Bahasa C++