Dalam Positif Accounting Theory terdapat
tiga hipotesis yang melatarbelakangi terjadinya manajemen laba (Watt dan
Zimmerman, 1986), yaitu:
1.
Bonus Plan Hypothesis
Manajemen akan
memilih metode akuntansi yang memaksimalkan utilitasnya yaitu bonus yang
tinggi. Manajer perusahaan yang memberikan bonus besar berdasarkan laba lebih banyak menggunakan metode
akuntansi yang meningkatkan laba yang dilaporkan.
2.
Debt Covenant Hypothesis
Manajer perusahaan
yang melakukan pelanggaran perjanjian kredit cenderung memilih metode akuntansi
yang memiliki dampak meningkatkan laba (Sweeney, 1994 dalam Rahmawati dkk,
(2006). Hal ini untuk menjaga reputasi mereka dalam pandangan pihak eksternal.
3.
Political Cost Hypothesis
Semakin besar perusahaan,
semakin besar pula kemungkinan perusahaan tersebut memilih metode akuntansi
yang menurunkan laba. Hal tersebut dikarenakan dengan laba yang tinggi
pemerintah akan segera mengambil tindakan, misalnya: mengenakan peraturan antitrust, menaikkan pajak pendapatan
perusahaan, dan lain-lain.
No comments:
Post a Comment