Perusahaan-perusahaan umumnya menetapkan harga jualnya
berdasarkan perhitungan biaya produknya dan kemudian ditambah presentase (%)
tertentu. Biaya produk adalah: Biaya Bahan Baku + Biaya Upah Langsung + Biaya
Tidak Langsung + Biaya Penjualan. Besarnya presentase tertentu terdiri dari
laba dan pajak.
Penetapan
harga jual ini, selain ditetapkan oleh pimpinan sebagai decision maker juga
dibantu oleh controller sebagai kepala akuntansi dalam perhitungan biaya
produksi dan perhitungan pajak, selain itu juga dibantu oleh bagian penjualan
mengenai kemungkinan penjualan produk yang bisa dilakukan untuk masa yang akan
datang. Controller menyediakan informasi mengenai biaya-biaya seperti biaya
total, biaya marginal, atau perbedaan biaya yang harus dipertimbangkan karena
perubahan produksi, dimana informasi ini harus dikomunikasikan kepada para
eksekutif penjualan untuk mempertimbangkan perubahan harga yang selayaknya.
Adapun faktor-faktor lain yang harus dipertimbangkan
dalam penetapan harga adalah:
a.
Faktor-faktor Intern
1)
Sasaran Pemasaran
Sasaran-sasaran yang umum bertahan hidup dengan
menetapkan harga terendah selama harga penjualan masih dapat menutup biaya
variabel dan sebagian biaya tetap sehingga perusahaan masih tetap survival.
Sasaran kedua memaksimumkan laba jangka pendek dimana perusahaan lebih
menitikberatkan pada kemampuan keuangan yang ada. Sasaran ketiga kepemimpinan
market share dengan menetapkan harga yang serendah mungkin, untuk menjadi lebih
unggul dalam market-share. Dan sasaran terakhir adalah kepemimpinan mutu produk dimana perusahaan menetapkan harga
yang tinggi untuk menutup biaya pengendalian mutu produk.
2)
Strategi Marketing-Mix
Keputusan mengenai harga harus dikoordinasikan dengan keputusan-keputusan
mengenai desain produk, distribusi dan promosi. Disini harga merupakan faktor
kunci penentuan posisi produk di pasar, desain produk, dan berapa besarnya
biaya yang diperlukan, selain itu juga menentukan ciri-ciri produk yang akan
ditawarkan.
3)
Biaya
Perusahaan menetapkan suatu harga yang dapat menutup semua biaya untuk
memproduksi, mendistribusi dan menjual produk tersebut, termasuk suatu tingkat
laba yang wajar atas segala upayanya serta resiko yang dihadapinya.
4)
Pertimbangan Organisasi
Manajemen harus menetapkan siapa di dalam organisasi yang bersangkutan
yang bertanggung jawab atas penetapan harga. Mereka yang juga turut
mempengaruhi penetapan harga ialah manajer penjualan, manajer produksi, manajer
keuangan dan akuntan serta para wiraniaga.
b.
Faktor-faktor Ekstern
1)
Pasar dan Permintaan
Sebelum menetapkan harga, pemasar harus memahami hubungan antara harga
dan permintaan terhadap produk atau jasa itu. Persepsi konsumen mengenai harga
dan nilai dimana konsumen lah yang akan menentukan tepat tidaknya harga sebuah
produk. Ketika menetapkan harga, perusahaan harus memperhatikan pula persepsi
konsumen terhadap harga, bagaimana persepsi tersebut mempengaruhi keputusan
pembelian konsumen dan juga penetapan harga dalam berbagai jenis pasar.
2)
Biaya, Harga dan Tawaran Pesaing
Seorang konsumen yang mempertimbangkan akan membeli sebuah produk, akan
mengevaluasi harga produk yang satu dengan produk sejenis lainnya, dan
membandingkan kualitas produk-produk itu. Oleh karena itu perusahaan dalam
memetapkan harga juga harus mengetahui harga dan mutu yang ditawarkan
masing-masing perusahaan pesaing.
3)
Faktor-faktor Eksternal Lainnya
Faktor-faktor lain itu, pertama kondisi ekonomi seperti inflasi, boom,
resesi, serta tingkat bunga, mempengaruhi keputusan mengenai harga karena
faktor-faktor tersebut mempengaruhi biaya produksi sebuah produk dan persepsi
konsumen terhadap harga serta nilai produk itu. Kedua penjual-ulang, perusahaan
harus menetapkan harga yang dapat
memberikan laba yang wajar kepada penjual-ulang, meningkatkan dukungan
mereka, dan membantu mereka untuk menjual produk secara efektif. Ketiga adalah pemerintah, dimana pemasar perlu
mengetahui harga dan
menjamin bahwa kebijakan
mereka dalam penetapan harga tidak melanggar Undang-Undang. (Kotler and Armstrong, 1997: 560)
Pendekatan-pendekatan umum yang digunakan dalam
penetapan harga antara lain (Kotler and Armstrong, 1997: 577).:
a.
Penetapan Harga Berdasarkan Biaya
Ada 3 cara yaitu:
1)
Penetapan Harga Biaya-Plus (Cost-Plus Pricing Method)
Dalam metode ini, harga jual per unit ditentukan dengan menghitung jumlah
seluruh biaya per unit ditambah jumlah tertentu untuk menutup laba yang
dikehendaki pada unit tersebut.
2)
Penetapan Harga Mark-Up (Mark-Up Pricing Method)
Banyak digunakan oleh penjual yang menetapkan harga jualnya dengan metode
ini, karena sederhana atau terkesan jujur terhadap saingan konsumen. Penetapan
harga mark-up ini hampir sama dengan penetapan harga biaya-plus, hanya saja
para pedagang atau perusahaan yang membeli barang-barang dagangan akan
menetukan harga jualnya setelah menambah harga beli dengan sejumlah mark-up.
Formulanya: Harga Beli + Mark-Up = Harga Jual
3)
Penetapan Harga Break-Even (Break-Even Pricing)
Sebuah metode penetapan harga yang didasarkan pada permintaan pasar dan
masih mempertimbangkan biaya. Metode penetapan harga break-even ini dapat
ditetapkan dengan menggunakan beberapa anggapan tertentu, yaitu:
a)
Seluruh biaya dapat di golongkan ke dalam biaya
variabel dan biaya tetap.
b)
Seluruh barang yang diproduksi akan terjual.
c)
Biaya variabel per unitnya tetap.
Dengan demikian kita harus mengetahui beberapa konsep biaya (seperti:
biaya variabel, biaya tetap, biaya total) dan penghasilan total. Setelah
diketahui beberapa konsep biaya dan penghasilan, maka kita sekarang dapat
mencari titik pertemuan antara biaya total dan penghasilan total yang biasa
disebut dengan titik break-even.
b.
Penetapan Harga Berdasarkan Persepsi Pembeli
Pada metode ini perusahaan harus dapat meyakinkan pembeli mengenai
berbagai tawaran yang bersaing. Perusahaan harus hati-hati dalam menetapkan
harga, dimana perusahaan dapat meminta pendapat pembeli mengenai berapa mereka
bersedia membayar untuk produk yang sama di lingkungan yang berbeda. Dengan
demikian penjual dapat menetapkan harga hingga mencapai tingkat nilai persepsi
pembeli dan perusahaan juga tidak rugi.
c.
Penetapan Harga Berdasarkan Persaingan
Ada 2 cara yang dapat digunakan dalam penetapan harga berdasarkan
persaingan, yaitu :
1)
Penetapan harga menurut harga yang berlaku
Dalam penetapan harga ini, perusahaan menetapkan harga produknya terutama
berdasarkan pada harga produk pesaing, dan kurang memperhatikan biaya atau
permintaannya sendiri. Perusahaan dapat menetapkan harga yang sama, lebih
tinggi atau lebih rendah dari pesaingnya. Perusahaan beranggapan bahwa harga
yang sedang berlaku menggambarkan kebijakan kolektif dalam industri ini
menyangkut harga yang akan menghasilkan laba yang cukup baik. Selain itu
penetapan harga berdasarkan harga yang berlaku akan menghindari perang harga.
2)
Penetapan harga dengan penawaran tertutup
Dengan menggunakan penetapan harga dengan penawaran tertutup (atau
penetapan harga tender), perusahaan menetapkan harga produknya atas dasar
bagaimana mereka memprakirakan pesaing akan menetapkan produknya dan bukan atas
biaya atau permintaan terhadap produk mereka sendiri.
No comments:
Post a Comment