Agar rencana penjualan yang telah disusun dan ditetapkan
dapat diketahui sejauh mana realisasi pencapaiannya, maka perlu dilakukan
pengendalian penjualan agar penyimpangan yang terjadi dapat segera diperbaiki.
Dengan adanya pengendalian, kegiatan perusahaan lebih terarah dalam pencapaian
tujuan atau sasaran yang telah ditetapkan sebelumnya.
Pengendalian penjualan meliputi analisa, penelaahan, dan
penelitian yang diharuskan terhadap kebijaksanaan, prosedur, metode, dan
pelaksanaan yang sesungguhnya untuk mencapai volume penjualan yang dikehendaki,
dengan biaya yang wajar, yang menghasilkan laba kotor yang diperlukan untuk
mencapai hasil pengembalian yang diharapkan atas investasi. (Willson and Campbell, 1995 : 259).
Pernyataan diatas dapat diartikan bahwa pengendalian
penjualan menyangkut analisa, review dan studi mengenai kebijaksanaan prosedur,
metode dan kegiatan sebenarnya untuk mencapai volume penjualan yang dikehendaki
dengan biaya yang wajar, dan menghasilkan laba yang diperlukan untuk memperoleh
rentabilitas yang diharapkan atas investasi modal. Seperti yang telah
diungkapkan sebelumnya, bahwa pengendalian perlu dilakukan perusahaan agar
rencana dan kebijaksanaan, pelaksanaannya tidak menyimpang. Hal ini dapat
dilihat dalam ungkapan berikut ini : Pengendalian menyangkut implementasi atau
pelaksanaan kebijaksanaan, evaluasi pelaksanaan bawahan dan pengambilan
tindakan koreksi pelaksanaan yang berada dibawah standar atau norma (Cushing,
1991 : 11).
Adapun langkah-langkah yang harus dilakukan untuk
pengendalian adalah:
1.
Menciptakan Standar
Standar
merupakan kriteria atau tolak ukur untuk mengukur hasil pelaksanaan yang sudah
dilakukan. Standar yang dibuat biasanya didasarkan pada kondisi atau kemampuan
kerja normal.
2.
Membandingkan Kegiatan yang Dilakukan dengan Standar
Langkah
ini dilakukan untuk mengetahui sampai sejauh mana penyimpangan yang telah
terjadi. Untuk itu diperlukan perbandingan antara pelaksanaan kegiatan dengan
standar yang telah ditetapkan pada langkah sebelumnya untuk mengetahui adanya
gejala-gejala tentang penyimpangan yang terjadi.
3.
Melakukan Tindakan Koreksi
Langkah
terakhir ini dilakukan dengan tujuan untuk memperbaiki dan menyempurnakan semua
kegiatan, kebijaksanaan serta hasil kerja yang tidak sesuai dengan rencana.
Pada dasarnya pengendalian berarti mengadakan tindak
lanjut yang segera terhadap tendensi atau kondisi yang tidak memuaskan, sebelum
berkembang menjadi kerugian yang besar. Controller dalam hal ini dapat membantu
para eksekutif penjualan menyediakan fakta-fakta yang meyebabkan timbulnya
kerugian tersebut.
1. Pelaksanaan Penjualan
Penjualan
merupakan salah satu kegiatan yang penting dalam perusahaan, karena sebagian
besar sumber pendapatan perusahaan berasal dari penjualan. Sehubungan dengan
itu, maka ada beberapa tahapan penjualan yang harus dilakukan perusahaan agar
penjualan yang akan dilakukan hasilnya efektif. Tahap-tahap penjualan itu
diantaranya adalah :
a.
Persiapan sebelum penjualan
Mempersiapkan tenaga penjualan, dengan memberikan pengertian tentang
barang yang dijualnya, pasar yang dituju dan teknik penjualan yang harus
dilakukan.
b.
Penentuan lokasi pembeli potensial
Dengan mengunakan data pembeli yang lalu maupun yang sekarang, menentukan
lokasi dari segmen pasar yang menjadi sasarannya.
c.
Pendekatan pendahuluan
Dengan mengetahui produk yang sedang digunakan individu atau perusahaan
dan bagaimana reaksinya terhadap produk yang digunakan tersebut. Mengetahui
kebiasaan membeli konsumen, kesukaan terhadap produk tertentu dan sebagainya.
d.
Melakukan penjualan
Dengan mengikat calon konsumen, baik melalui peragaan, iklan, dan
lain-lain.
e.
Pelayanan purna jual
Dengan pengangkutan barang ke konsumen, pemberian garansi, pemberian jasa
reparasi, memberikan keyakinan kepada konsumen bahwa barang yang dibelinya
bermanfaat.
Hal lain yang tidak boleh diabaikan dalam pelaksanaan
penjualan adalah penjualan yang berpedoman pada perencanaan anggaran yang telah
disusun sebelumnya. Bagi bagian penjualan, anggaran merupakan suatu rencana
untuk melakukan penjualan. Karena anggaran berisikan taksiran-taksiran mengenai
kemungkinan penjualan dalan unit dan dalam rupiah (nilai uang), dalam suatu
periode operasi beserta biaya-biaya untuk tercapainya target penjualan serta kearah
mana kegiatan penjualan ditujukan dan strategi apa yang akan digunakan untuk
mencapai target itu.
Meskipun anggaran merupakan suatu alat perencanaan,
anggaran juga berfungsi sebagai alat pengendali penjualan. Karena anggaran
berfungsi sebagai standar untuk membandingkan dengan hasil yang sesungguhnya
dicapai, untuk mengukur performance yang telah dicapai oleh masing-masing unit.
Hal ini sesuai dengan pengungkapan mengenai anggaran berikut ini yaitu:
“Sebagai alat pembanding atau tolak ukur untuk menilai
sampai sejauh mana dapat dicapainya target-target yang telah ditetapkan oleh
perusahaan.” (Sofyan Syafri Harahap, 1995: 80)
Selanjutnya dilakukan analisa untuk melihat perbedaan
yang terjadi antara pelaksanaan dengan anggaran penjualan. Perbedaan tersebut
harus diatasi dan dicari penyebabnya. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi
pelaksanaan penjualan berbeda dengan anggaran yang telah ditetapkan yaitu:
a.
Kondisi dan kemampuan penjual
Pembeli melakukan pembelian suatu produk tergantung pada kondisi yang
dihadapinya, apakah ia membutuhkan barang yang ditawarkan, apakah pembeli
mempunyai budget yang cukup untuk membeli suatu produk dan apakah barang yang
akan dibelinya mendatangkan manfaat baginya. Oleh karena itu penjual harus
dapat meyakinkan pembeli agar melakukan pembelian dan penjual harus memahami
mengenai jenis serta karakteristik barang yang ditawarkan, harga produk dan
syarat penjualan yang diinginkan.
b.
Kondisi pasar
Apakah pasar sedang menginginkan produk yang ditawarkan atau menolak
produk tersebut, daya beli dari segmentasi pasar yang dituju apakah mempunyai
potensi untuk melakukan pembelian.
c.
Modal
Agar barang lebih dikenal, maka perusahaan harus mempromosikan produknya.
Selain itu perusahaan juga memerlukan alat transport untuk mengantarkan pesanan
konsumen. Untuk melakukan hal itu semua, perusahaan membutuhkan modal. Jika
perusahaan tidak ada modal, maka pertumbuhan penjualannya tidak akan meningkat.
d.
Kondisi organisasi perusahaan
Pada perusahaan, masalah penjualan seharusnya ditangani oleh bagian
tersendiri yang tidak melakukan fungsi-fungsi lainnya di perusahaan. Dengan
demikian bagian ini akan lebih konsentrasi dalam menangani masalah penjualan.
e.
Faktor-faktor lain
Seperti periklanan, peragaan, kampanye, pemberian hadiah, sering
mempengaruhi penjualan. Dimana untuk melakukannya dibutuhkan dana yang tidak
sedikit.
Dalam hal pelaksanaan penjualan ini,
controller dan para staffnya dapat membantu dalam memajukan penjualan melalui
penggunaan berbagai teknik analistis, seperti yang diungkapkan (Willson and
Campbell, 1995 : 263) berikut ini:
a.
Analisa terhadap prestasi pelaksanaan penjualan dimasa
yang lalu dalam hubungannya dengan harga dan volume untuk menemukan
perkembangan, kelemahan atau tendensi yang tidak memuaskan.
b.
Memberikan bantuan kepada manajemen penjualan dalam
menetapkan anggaran penjualan menyeluruh yang sesuai dan melaporkan persesuian
pelaksanaan dengan rencana.
c.
Memberikan bantuan kepada manajemen pejualan dalam
menetapkan standar pelaksanaan penjualan.
d.
Penyiapan analisa yang sehat mengenai biaya dan
investasi, untuk dipergunakan dalam menetapkan harga-harga produk.
Hasil dari pelaksanaan penjualan dicatat dan
dicantumkan dalam laporan-laporan sehingga dapat dipakai sebagai dasar membuat
keputusan mengenai tindakan koreksi yang harus diambil.
No comments:
Post a Comment