Menurut Glautier dan Underdown (1986 : 3-8)
perkembangan akuntansi dalam peranan sosialnya terdiri dari empat tahapan,
yaitu :
1.
Stewardship Accounting
Stewardship Accounting dimulai sejak masa awal akuntansi yaitu sekitar 4500 SM hingga abad XVI.
Tujuan utama akuntansi pada saat itu adalah menyediakan informasi tentang
kekayaan pemilik. Pencatatan dipegang secara rahasia dan pelaporan kekayaannya
tidak dipengaruhi oleh pihak luar, artinya, metode perhitungan, perlakuan
akuntansi, serta penyajiannya disesuaikan dengan keinginan pemilik dan tingkat
ketelitian dan keseragaman pelaporannya diragukan. Karena tidak seragam, maka
laporan akuntansi antara pemilik yang berbeda tidak dapat dibandingkan, bahkan
kemungkinan terjadi perbedaan perlakuan akuntansi pada periode yang berbeda
dari pemilik yang sama. Laporan akuntansi dianggap sebagai catatan pribadi
pemilik. Praktek akuntansi semakin berkembang di Italia pada awal masa Renaissance dan pada saat itu muncul metode
pembukuan berpasangan (double-entry
bookeeping) yang dikemukakan oleh Luca Pacioli dalam bukunya yang berjudul ”Summa de Arithmetica, Geometrica,
Proportioni et Proportionalita” yang diterbitkan di Venice pada tahun 1494.
2. Financial
Accounting
Revolusi Industri pada tahun 1760 melihat perubahan untuk
perkembangan akuntansi. Berdirinya pabrik-pabrik membuat para pemilik
perusahaan membutuhkan modal yang besar sehingga diterbitkan saham-saham oleh
perusahaan yang memungkinkan publik menanamkan modalnya ke perusahaan. Pemilik
perusahaan hanya menyetorkan modalnya pada perusahaan, dan kemudian memperoleh
bagian dari laba perusahaan sebesar penyertaannya. Manajer yang mengelola
pelaksanaan bisnis perusahaan dan memperoleh gaji sebagai imbalan jasanya pada
perusahaan. Sehingga diperlukan suatu penyusunan laporan keuangan yang
memberikan informasi kepada pemilik atau pemegang saham tentang
pertanggungjawaban manajer dalam mengelola modal yang disetor para pemegang
saham kepada perusahaan. Berbagai usaha dilakukan untuk menyajikan informasi
yang akurat bagi para investor agar terhindar dari kesalahan investasi yang
dilakukan pada masa itu.
3. Management
Accounting
Revolusi Industri memberikan
peluang bagi pengembangan akuntansi sebagai alat bagi manajemen industri.
Akuntansi manajemen mengubah fokus akuntansi dari proses pencatatan dan
penganalisaan transaksi ke arah penggunaan informasi bagi manajemen untuk
kepentingan pengembangan perusahaan.
4.
The Social
Welfare Viewpoint of Accounting
Tahap ini merupakan tahap baru
dari perkembangan akuntansi karena adanya revolusi sosial yang terjadi di dunia
barat pada tahun-tahun belakangan ini. Teknologi yang berkembang dengan cepat
dan berlebihan terkadang membuat kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh
kegiatan operasional perusahaan. Masyarakat menuntut untuk terpenuhinya
kebutuhan akan barang dan jasa dan mereka juga menuntut perusahaan untuk
mempertanggungjawabkan masalah-masalah lingkungan dan kemanusiaan dalam setiap
operasinya. Akuntansi pertanggungjawaban sosial merupakan perluasan dari lingkup
akuntansi, karena selain mempertimbangkan dampak ekonomi dari bisnis juga
mempertimbangkan aspek sosialnya. Pihak manajemen diharapkan selain bertanggung
jawab untuk memperoleh laba yang besar, juga dituntut untuk bertanggung jawab
terhadap dampak sosial yang diakibatkan oleh aktivitas ekonomi perusahaan.
Berdasarkan
uraian di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa telah terjadi perubahan peranan
akuntansi dalam masyarakat. Dari yang hanya memberikan informasi kepada pemilik
tentang kekayaannya (stewardship
accounting) hingga berperan untuk memberikan informasi atas dampak sosial
yang diakibatkan oleh aktivitas ekonomi perusahaan (the social welfare viewpoint of accounting). Hal ini terjadi karena
pada dasarnya akuntansi berkembang sejalan dengan perkembangan kondisi sosial
ekonomi masyarakat.
No comments:
Post a Comment