Saturday, 22 August 2015

Pola Manajemen Laba

Pola manajemen laba menurut Scott (2000) dalam Rahmawati dkk, (2006) dapat dilakukan dengan cara:
1.      Taking a Bath
Pola ini terjadi pada saat reorganisasi termasuk pengangkatan CEO baru dengan melaporkan kerugian dalam jumlah besar. Teknik ini mengakui adanya biaya-biaya pada periode yang akan datang dan kerugian periode berjalan ketika keadaan buruk yang tidak menguntungkan tidak bisa dihindari pada periode berjalan. Konsekuensinya manajemen “menghapus” beberapa aktiva, membebankan perkiraan-perkiraan mendatang. Akibatnya laba pada periode berikutnya akan lebih tinggi dari seharusnya.
2.      Income Minimization
Dilakukan pada saat perusahaan memperoleh profitabilitas yang tinggi dengan tujuan agar tidak mendapat perhatian secara politis. Kebijakan yang diambil dapat berupa penghapusan atas barang modal dan aktiva berwujud, pembebanan pengeluaran iklan, riset dan pengembangan yang cepat, memilih metode succesfull-effort untuk biaya eksplorasi gas dan minyak bumi dan sebagainya.
3.      Income Maximization
Dilakukan pada saat laba menurun. Tindakan atas income maximization ini bertujuan untuk melaporkan net income yang tinggi untuk tujuan bonus yang lebih besar. Pola ini dilakukan oleh perusahaan yang melakukan pelanggaran perjanjian hutang.
4.      Income Smoothing
Dilakukan perusahaan dengan cara meratakan laba yang dilaporkan sehingga dapat mengurangi fluktuasi laba yang terlalu besar karena pada umumnya investor lebih menyukai laba yang relatif stabil
Foster (1986) dalam Firdaus (2007) mengklasifikasikan unsur-unsur laporan keuangan yang sering dijadikan sasaran perekayasaan atau manipulasi oleh manajemen yaitu :
·         Unsur Penjualan
1.         Saat penjualan faktur. Misalnya, penjualan yang sebenarnya untuk periode yang akan datang, fakturnya dibuat pada periode ini akan dilaporkan sebagai penjualan periode ini.
2.         Pembuatan pesanan atau penjualan fiktif
3.         Penurunan produk, misalnya dengan cara mengklasifikasikan produk yang belum rusak ke dalam kelompok produk rusak dan selanjutnya dilaporkan telah terjual dengan harga yang lebih rendah
·         Unsur Biaya
1.      Memecah-mecah faktur, misalnya faktur untuk suatu pembelian atau pesanan dipecah menjadi beberapa pembelian atau pesanan dan selanjutnya dibuatkan beberapa faktur dan tanggal yang berbeda dan kemudian melaporkannya ke dalam beberapa periode akuntansi yang berbeda
2.      Mencatat prepayment (biaya dibayar di muka) sebagai biaya. Misalnya melaporkan biaya iklan dibayar di muka untuk tahun depan sebagai biaya iklan tahun ini.
           
Moses (1987) dalam Firdaus (2007) dalam penelitiannya mengklasifikasikan berbagai perubahan kebijakan akuntansi yang sering dijadikan alat perekayasaan laba antara lain :
1.      Perubahan metode pencatatan persediaan ke metode LIFO
2.      Perubahan metode pencatatan biaya jaminan hari tua
3.      Perubahan metode depresiasi aktiva tetap, amortisasi aktiva tidak berwujud dan konsolidasi
4.      Perubahan dalam penaksiran atau estimasi masa manfaat aktiva tetap maupun aktiva tidak berwujud
5.      Perubahan kebijakan terhadap pembebanan atau pengkapitalisasian

No comments:

Post a Comment