Pola manajemen laba menurut Scott (2000) dalam Rahmawati
dkk, (2006) dapat dilakukan dengan cara:
1. Taking a Bath
Pola ini terjadi pada saat
reorganisasi termasuk pengangkatan CEO baru dengan melaporkan kerugian dalam
jumlah besar. Teknik ini mengakui adanya biaya-biaya pada periode yang akan
datang dan kerugian periode berjalan ketika keadaan buruk yang tidak
menguntungkan tidak bisa dihindari pada periode berjalan. Konsekuensinya
manajemen “menghapus” beberapa aktiva, membebankan perkiraan-perkiraan
mendatang. Akibatnya laba pada periode berikutnya akan lebih tinggi dari
seharusnya.
2. Income Minimization
Dilakukan pada saat perusahaan
memperoleh profitabilitas yang tinggi dengan tujuan agar tidak mendapat
perhatian secara politis. Kebijakan yang diambil dapat berupa penghapusan atas
barang modal dan aktiva berwujud, pembebanan pengeluaran iklan, riset dan
pengembangan yang cepat, memilih metode succesfull-effort
untuk biaya eksplorasi gas dan minyak bumi dan sebagainya.
3. Income Maximization
Dilakukan pada saat laba
menurun. Tindakan atas income maximization ini bertujuan untuk
melaporkan net income yang tinggi untuk tujuan bonus yang lebih besar.
Pola ini dilakukan oleh perusahaan yang melakukan pelanggaran perjanjian
hutang.
4. Income Smoothing
Dilakukan perusahaan dengan
cara meratakan laba yang dilaporkan sehingga dapat mengurangi fluktuasi laba
yang terlalu besar karena pada umumnya investor lebih menyukai laba yang
relatif stabil
Foster (1986) dalam Firdaus (2007)
mengklasifikasikan unsur-unsur laporan keuangan yang sering dijadikan sasaran
perekayasaan atau manipulasi oleh manajemen yaitu :
·
Unsur
Penjualan
1.
Saat
penjualan faktur. Misalnya, penjualan yang sebenarnya untuk periode yang akan
datang, fakturnya dibuat pada periode ini akan dilaporkan sebagai penjualan
periode ini.
2.
Pembuatan
pesanan atau penjualan fiktif
3.
Penurunan
produk, misalnya dengan cara mengklasifikasikan produk yang belum rusak ke
dalam kelompok produk rusak dan selanjutnya dilaporkan telah terjual dengan
harga yang lebih rendah
·
Unsur
Biaya
1. Memecah-mecah faktur, misalnya faktur
untuk suatu pembelian atau pesanan dipecah menjadi beberapa pembelian atau
pesanan dan selanjutnya dibuatkan beberapa faktur dan tanggal yang berbeda dan
kemudian melaporkannya ke dalam beberapa periode akuntansi yang berbeda
2. Mencatat prepayment (biaya dibayar di muka) sebagai biaya. Misalnya
melaporkan biaya iklan dibayar di muka untuk tahun depan sebagai biaya iklan
tahun ini.
Moses (1987) dalam Firdaus (2007) dalam
penelitiannya mengklasifikasikan berbagai perubahan kebijakan akuntansi yang
sering dijadikan alat perekayasaan laba antara lain :
1. Perubahan metode pencatatan persediaan ke
metode LIFO
2. Perubahan metode pencatatan biaya jaminan
hari tua
3. Perubahan metode depresiasi aktiva tetap,
amortisasi aktiva tidak berwujud dan konsolidasi
4. Perubahan dalam penaksiran atau estimasi
masa manfaat aktiva tetap maupun aktiva tidak berwujud
5. Perubahan kebijakan terhadap pembebanan
atau pengkapitalisasian
No comments:
Post a Comment